Sabtu, 14 Juli 2012

MUDIKNYA SANG IMAM

Al Ustadz Hasanuddin Sinaga
saat umroh di Tanah Suci Makkah
Azan sudah berkumandang membelah cakrawala alam. Jamaahpun sudah mulai berdatangan untuk menyahut panggilan Sang Maha Penyayang. Begitulah aktifitas yang lazim setiap shubuhnya di Masjid Saksi Tanjungbalai. Namun ada yang berbeda hari ini (30/09/2011).

Sholat shubuh di jumat pagi ini akan dipimpin oleh Imam Al Ustadz Drs.H.Hasanuddin Sinaga, MA. Siapakah beliau ? Beliau adalah Imam Masjid Istiqlal Jakarta. Lebih dari itu, Hasanuddin Sinaga adalah asli putra daerah Tanjungbalai - Asahan ( Sumatera Utara ). Beliau lahir di Tanjungbalai pada tanggal 15 November 1970 bertepatan dengan 16 Ramadhan 1390 Hijriah. Hasanuddin adalah putra ke 5 dari 8 bersaudara anak dari pasangan Hasyim Ali dan isterinya Khairani Murni. Sejak kecil minat beliau terhadap Al Quran memang sudah terlihat. Beberapa kali Hasanuddin di masa kecilnya berhasil meraih juara I pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Anak-Anak sekotamadya Tanjungbalai. Masa anak-anaknya dihabiskan di Masjid Saksi yang berada tepat bersebelahan dengan rumahnya.

Setamat dari SD Negeri 132406 beliau melanjutkan pendidikan di SMP Negeri I Tanjungbalai. Tamat dari SMP beliau memutuskan untuk melanjutkan ke Madrasah Aliyah dan mondok di Pesantren Daar Al Uluum Kisaran-Asahan. Di Pondok Pesantren inilah yang beliau awalnya adalah seorang qori mulai belajar untuk menghafal Al Quran. Dalam tempo 3 tahun akhirnya Hasanuddin Sinaga berhasil menghafal 30 Juz Al Quran dan dinobatkan sebagai Hafizh Al Quran. Usai menyelesaikan pendidikannya di Madrasah Aliyah, beliau mendapat bea siswa dari seorang pemimpin sebuah perusahan multi nasional untuk melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran (PTIQ) Jakarta. Semasa kuliah, Hasanuddin pernah 2 kali diutus sebagai wakil Indonesia untuk mengikuti Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) Tingkat Internasional di Teheran - Iran (1993) dan di Kota Makkah Al Mukarromah - Saudi Arabia (1995). Dalam event tersebut beliau berhasil meraih peringkat 5 Besar Hafizh Al Quran Terbaik Tingkat Internasional.

Pada Tanggal 1 Juli 1995 Hasanuddin berhasil menyelesaikan studi S-1 nya di PTIQ dengan Predikat Cum Laude ( sangat memuaskan ) dan Prof.DR.BJ Habibie diberi kehormatan untuk mewisudanya. Pada tahun 1996 beliau berangkat menunaikan ibadah haji ke tanah suci sebagai hadiah juara I Hafizh Al  Quran Tingkat Nasional di Palu-Sulawesi Tengah. Tahun 2002 Hasanuddin berhasil menyelesaikan studi pasca sarjananya dalam bidang kajian Islam dan berhak meraih gelar MA di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah - Jakarta.

Tahun 2006 Hasanuddin Sinaga Resmi diangkat sebagai Imam Tetap Masjid Istiqlal Jakarta. Suara dan iramanya yang khas mirip Imam Masjidil Haram Asy Syeikh Abdurrahman As-Sudais menjadi ciri khas yang melekat pada diri beliau. Karena itu pula ia sudah beberapa kali ditunjuk sebagai Imam pada Acara-Acara Resmi Kenegaraan seperti Sholat Idul Fitri dan Sholat Idul Adha di Masjid Istiqlal Jakarta.


Selain di Masjid Istiqlal, Hasanuddin Sinaga juga menjadi Imam Tetap di beberapa masjid di sekitar Jabodetabek seperti di Masjid Dian Al Mahri ( Kubah Mas ) Depok, Masjid Annur Kalimalang Jakarta Timur dan pada acara-acara khusus juga diundang di Masjid Istana Negara.

Walaupun sudah sukses di Ibukota, namun beliau tidak pernah lupa dengan kampung halaman tercinta. Di sela-sela kesibukannya, suami dari Fatmawati dan ayah dari Mhd Fauzan 'Azhima ini  selalu menyempatkan diri untuk dapat mudik setiap tahunnya untuk melepas rindu dengan keluarga, sahabat dan kerabat yang ada di Tanjungbalai-Asahan tercinta.


Setiap mudik ke kampung halaman, sebenarnya Hasanuddin hanya ingin menjadi makmum dan mempersilahkan Imam tetap masjid tersebut untuk memimpin sholat. Namun kedatangannya yang hanya beberapa hari itu, tidak mau disia-siakan begitu saja oleh sahabat dan kerabat yang ada di Kota Tanjungbalai. Tidak jarang beliau diminta untuk menjadi Imam dari satu masjid ke masjid lainnya yang ada di Kota Tanjungbalai dan sekitarnya. Akhirnya, niatnya untuk "istirahat" sebagai imam selama mudik di kampung halamanpun tidak kesampaian. Apalagi di Masjid Saksi Tanjungbalai yang mempunyai banyak kenangan dengan beliau di masa kecilnya. Hasanuddinpun tidak dapat menolak. Seperti Shubuh Jum'at ini, beliaupun di daulat untuk menjadi Imam Sholat Shubuh lengkap dengan sujud sajadahnya....




Tidak cukup sampai disitu, keesokan harinya beliaupun kembali di daulat untuk memimpin sholat shubuh dan kali ini jamaah Masjid Saksi meminta kepada beliau ("request") untuk membawakan Surah Ar Rahman pada Shubuh Sabtu ini. Berikut cuplikannya....



Demikian biografi singkat dari seorang anak manusia yang berasal dari sebuah kota kecil di Sumatera yang dengan kesungguhan dan keuletannya akhirnya berhasil menjadi seorang Imam yang cukup disegani di Ibukota. Semoga dapat menjadi sumber inspirasi bagi kita semua...

1 komentar:

  1. Alhamdulillah saya bisa berkesempatan untuk berguru ke beliau di kampus PTIQ.

    *sangat menginspirasi

    BalasHapus